Learning by Writing


Assalamu’alaikum. Salam inspirasi ...
Hi readers, pertama saya ucapkan “khob khun khrab” alias terima kasih sudah mau membaca tulisan pertama saya ini. Hmm, bukan pertama banget sih tapi pertama di blog ini hehe. Have a nice reading. J

 Jadilah nelayan yang mencari ikan bukan yang menunggu ikan itu masuk ke dalam perangkap”

Ya, inilah salah satu kuotes dari Kang Abik, sapaan akrab salah satu penulis ternama Indonesia, Habiburrahman El-Shirazi, yang menurut saya cukup menarik untuk diangkat sebagai pembuka tulisan ini. Ibarat ikan itu adalah “ide” dan penulis adalah “nelayan” maka menulis adalah cara seorang penulis untuk “menangkap” ide-ide yang dimilikinya kemudian menuangkannya dalam sebuah tulisan. Bukan menunggu ikan datang terperangkap tetapi dengan aktif-berusaha menangkap ikan tersebut agar bermanfaat untuk khalayak. Terbaik...

Well, mari masuk ke topik utama...
Judul tulisan ini  Learning by Writing. Memang bisa belajar dari menulis? Ya tentu, karena bagi saya yang punya hobi “belajar”, banyak jalan untuk belajar, banyak cara untuk mencari ilmu termasuk dari menulis. Kalau manfaat menulis saya rasa sudah tidak perlu ditanya lagi, teman-teman sudah bisa menyebutkan banyak.

Belajarlah dari menulis karena dengan menulis berarti kita juga sedang belajar...
Untuk menulis diperlukan gagasan, ide atau inspirasi. Untuk mendapatkan ide atau inspirasi kita harus belajar untuk membaca lebih banyak, mendengar lebih tajam, merasa lebih peka, melangkah lebih jauh, melihat lebih tajam dan berpikir lebih dalam juga kritis. Dari segi teknis kita juga belajar untuk merangkai pemikiran kita dalam kalimat dan menyusunnya menjadi urutan yang logis dan “nyambung”(koheren), agar dapat dipahami pembaca.

Menulis itu belajar menjadi seorang manager...
Sebelum memutuskan apa yang kita tulis, kita mengangkat berbagai ide atau permasalahan yang menjadi perhatian. Lalu dihadapkan dengan berbagai pilihan kata, diramu dengan pra-pengetahuan yang kita miliki sehingga pada akhirnya dipilih kalimat-kalimat menjadi sebuah tulisan berkualitas. Tulisan ini kemudian direvisi berkali-kali hingga didapatkan yang terbaik.  Did you see? Writer is a problem solver here. Berawal dari ide/masalah – pilihan penyelesaian – desain pemecahan – pemilihan desain – hingga evaluasi hasil. Mantaab 

Selain itu, menulis bisa buat kita panjang umur...
Masa iya? Ya, karena penulis itu manusia, makhluk-Nya yang akan mati tetapi tulisan akan kekal sepanjang waktu di dunia. Bayangkan seluas apa manfaat yang dapat diberikan seorang penulis, terkhusus bila tulisan yang dibuat memberikan banyak manfaat – inspirasi – ilmu – motivasi kepada banyak orang. Contoh sederhana adalah kitab-kitab yang ditulis para sahabat dan ulama, buku-buku pelajaran, novel, motivasi atau mungkin tulisan seadanya ini. Semua tulisan itu akan terus ada – dibaca oleh banyak orang - banyak generasi, meskipun penulisnya sudah tiada.

Memang luar biasa cara “belajar” lewat menulis ini.
Pantaslah banyak penulis yang menjadi orang-orang sukses.
Bagi saya, belajar menulis sama saja belajar menjadi orang sukses, setuju? Atau setidaknya belajar jadi lebih baik.

Sudahlah, tidak perlu panjang-panjang tulisan ini, nanti kalian bosan haha. Semoga bermanfaat.

Bangkok, Desember 2017
- IS -
Feel free to comment, advise or discuss here J

@@@

Comments

Popular posts from this blog

Cerita Pengalaman Pengayaan Bahasa LPDP (Nov 2019 - Feb 2020)

Step by Step: Menulis Proposal Studi dan Rencana Studi LPDP (Self-experience 2019)

Zaman now, nggk bisa bahasa asing?